Ada Darah Keluar dari Hidung Kematian Anaknya Dinilai Janggal kisah Sedih Erlita Dewi

Cerita sedih datang dari seorang ibu bernama Erlita Dewi (41). Ia harus kehilangan anaknya bernama Agitha Cahyani Putri setelah tiga tahun tak bertemu. Namun, kematian bocah tersebut dinilai janggal.

Makamnya dibongkar polisi setelah ada indikasi kekerasan. Sebelum sang anak dimakamkan, Erlita melihat darah keluar dari hidung jasad anaknya. Erlita Dewi rela terbang dari Kendari, Sulawesi Tenggara ke Sidoarjo untuk melihat anaknya yang sudah tiga tahun ini tak ditemuinya.

Hal itu lantaran dia bercerai dengan suaminya, dan empat anaknya diasuh oleh sang suami yang selama ini tinggal di Sidoarjo. Hari Sabtu kemarin, dia mendapat kabar bahwa putri sulungnya, Agitha Cahyani Putri meninggal dunia. Karena tidak dapat tiket pesawat hari itu, Erlita Dewi baru bisa terbang ke Sidoarjo hari Minggu.

Dia memang berpesan agar jenazah tidak dimakamkan sebelum dirinya tiba di Sidoarjo. “Minggu siang baru dimakamkan. Dan sebelum dimakamkan itu, saya sempat membuka kain kafan anak saya.

Saya melihat ada beberapa kejanggalan di sana,” kisahnya. Dia melihat ada darah di hidung jenazah anaknya. Kemudian juga ada memar di dekat hidung sebelah kiri, serta bekas memar di pipi kiri.

Selain itu, dalam gambar yang sempat diunggahnya di media sosial, ada darah di belakang kepala putrinya. “Kemudian hari Senin kemarin saya melapor ke Polresta Sidoarjo. Saya sudah ikhlas, tapi saya ingin semuanya terungkap.

Sekali lagi, saya tidak tahu apakah karena sakit atau karena apa. Saya cuma ingin mendapat kebenaran. Apa penyebab kematian anak saya,” lanjutnya sesenggukan.

Sementara itu, berdasarkan laporan dari Erlita Dewi, petugas Polresta Sidoarjo membongkar makam Agitha Cahyani Putri yang ada di komplek pemakaman Praloyo, Sidoarjo, Jumat (2/4/2021) siang. Pembongkaran dilakukan tertutup oleh petugas kepolisian bersama petugas forensik RSUD Sidoarjo. Di atas makam dipasang tenda, kemudian dikeliling penutup. Setelah makam dibongkar, jenazah putri sulung Erlita Dewi itu diangkat dan dioutupsi di lokasi.

Setelah melalui serangkaian pemeriksaan, jenazah remaja yang selama ini tinggal di Perumahan Taman Tiara Mediteran Sidoarjo itu kembali dimakamkan oleh petugas. Sekira pukul 13.30 WIB, proses pembongkaran makam dan outopsi itu selesai dilaksanakan. Erlita Dewi juga terlihat di lokasi.

Bahkan setelah semua petugas meninggalkan area makam, ibu dari almarhum Aghita masih di sana bersama beberapa keluarganya. Erlita terlihat sangat berduka. Beberapa puluh menit dia menangis di atas makam sang anak.

Bersama keluarga, Erlita juga sempat menaburkan bunga di makam Aghita, sebelum mereka meninggalkan area pemakaman. “Harapan saya semua bisa terungkap. Jika anak saya meninggal karena sakit, bisa terungkap apa penyakitnya.

Dan jika ada yang janggal, polisi bisa mengungkap kejanggalan itu,” ujar Erlita saat ditemui sebelum meninggalkan makam. Hasil autopsi tunggu tim forensik Ya, berdasar laporan dari Erlita itulah polisi bergerak melakukan penyelidikan.

Termasuk dasar dari pembongkaran makam ini adalah permintaan dari ibu almarhum. “Petugas sudah memintai keterangan beberapa saksi dan mengumpulkan beberapa alat bukti terkait laporan ini. Termasuk pembongkaran makam dan pemeriksaan terhadap jenazah juga sudah dilakukan petugas.

Hasilnya, kita tunggu tim forensik yang melakukan pemeriksaan,” kata Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji. Menurutnya, penyelidikan terus dilakukan oleh petugas Sat Reskrim Polresta Sidoarjo. Diharapkan, dalam waktu dekat sudah bisa disimpulkan.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *